Posted by nwtangerang on July 1, 2008
Anjani, DA;
Nahdlatul Wathan, adalah organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat. Keberadaan oragnisasi yang didirikan ulama’ terkemuka Al-magfurulah Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini, telah mampu mewarnai NTB dengan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ahnya. Organisasi NW juga turut berjuang dengan pejuang kemerdekaan lainnya untuk mengsuir para penjajahan di tanah air terutama di NTB. Tahun ini organisasi yang bergerak di tiga bidang yaitu bidang pendidikan, social dan dakwah ini merayakan usianya yang ke 73. Perhelatan akbar ini dihajatkan oleh pendirinya sebagai wujud kesyukuran kepada Allah SWt. Disamping itu sebagai sarana untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dan yang belum terlaksana, juga sebagai ajang silaturrahmi antar pengurus dan jama’ah NW.
Seperti biasanya sebelum acara puncak, panitia menggelar berbagai macam kegiatan seperti perlombaan, pertandingan, bakti social, hitanan missal dan berbagai kegiatannya yang memberi manfaat bagi ummat. Diharapkan bagi semua jamaah NW dan umat islam pada umumnya untuk ikut memeriahkan dan mensukseskan kegiatan Hultah 73 ini dalam suasana aman dan damai, sehingga apa yang kita laksanakan mendapat ridho dari Allah SWT. Demikian di katakan ketua panitia Hultah NWDI - 73, TGH L.G. M.Ali Wira Sakti AM, LC., MA., saat pembukaan acara perlombaan dan pertandingan beberapa waktu lalu di medan utama Hultah NWDI 73 di Anjani. Terkait dengan adanya pertanyaan kenapa Hultah terkesan dimajukan, ketua panitia membantah bahwa dimajukan Hultah NWDI ke 73 ini bernuasa politik. “Tidak benar kalau perayaan Hultah kali ini bermuatan politik, cuman masalahnya saat ini kebetulan akan diadakan pilkada, jadi terkesan seperti itu. Sekali lagi saya perjelas susunan acara Hultah tidak ada peluang untuk berpolitik kita akan berikan bicara bagi pejabat sesuai dengan kedudukan sekarang ini,” tegasnya.
Ke depan lanjut putra Ummi PBNW ini mengatakan bahwa perayaan Hultah NWDI tahun –tahaun akan dating kita laksanakan tepat sesuai dengan tanggal lahirnya yaitu setiap tanggal 15 Jumadil Akhir, dan sekarang kita mundur tiga hari dari tanggal lahirnya yaitu tanggal 18 Jumadil akhir. Jamaah NW dari Luar Daerah Datang 3 Hari sebelum Hari H Animo masyarakat NW yang ingin menghadiri perayaan Hultah NWDI ke 73 cukup tinggi, terutama jama’ah NW dari NTB, bahkan jama’ah dan pengurus NW di luar NTB tidak mau ketinggalan untuk menghadiri acara yang disakralkan oleh warga NW ini. Mereka datang jauh hari sebelum acara akbar ini dilaksanakan yaitu 3 hari sebelum hari H, dengan maksud agar dapat mengikuiti dan menyaksikan kemeriahan acara dalam menyambut Hultah. “Tiga hari sebelum hari H pengurus dan jamaah NW dari Sulawesi Barat, Kalimantan, dan Batam, sudah hadir di Anjani,”kata wakil ketua panitia Hultah NWDI Drs Mugni, SS., SH., M.Pd. kepada Dewi Anjani, di sekretariat panitia Rabu (18/06).
Terkait dengan tamu undangan yang menghadiri Hultah NWDI 73, Mugni mengatakan, bahwa panitia telah mencetak 2500 surat undangan, termasuk pejabat pusat dan tamu dari luar negeri. “Kita sedang berkoordinasi atas kedatangan Menteri Agama, dan Menteri Pendidikan Nasional untuk hadir pada perayaan puncak nanti, sementara untuk ulama dari Makkah kita sudah tugaskan TGH Zainal Arifin Munir, MA untuk mengurusnya. “Insya Allah ulama dari Makkah juga akan menghadiri perayaaan Hultah kali ini,”ujarnya.
sumber : http://www.radiodewianjani.com/berita/seputar-ponpes/jamaah-menyemut–hadiri-hultah-nwdi–ke-73.html
Posted in Berita Nahdlatul Wathan, Pusat Lombok | Tagged: NWDI, HAUL, HULTAH NWDI ke 73, HULTAH, Nahdlatul Wathan | 1 Comment »
Posted by nwtangerang on July 1, 2008
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud pada setiap tahun. Sesampainya di Uhud beliau memanjatkan doa sebagaimana dalam surat Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 24: سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Inilah yang menjadi sandaran hukum Islam bagi pelaksanaan peringatan haul atau acara tahunan untuk mendoakan dan mengenang para ulama, sesepuh dan orang tua kita. Diriwayatkan pula bahwa para sahabat pun melakukan apa yang telah dilakukan Rasulullah. Berikut ini adalah kutipan lengkap hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi: وَ رَوَى الْبَيْهَقِي فِي الشَّعْبِ، عَنِ الْوَاقِدِي، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَزُوْرُ الشُّهَدَاءَ بِأُحُدٍ فِي كُلِّ حَوْلٍ. وَ إذَا بَلَغَ رَفَعَ صَوْتَهُ فَيَقُوْلُ: سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّار Al-Baihaqi meriwayatkan dari al-Wakidi mengenai kematian, bahwa Nabi SAW senantiasa berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud setiap tahun. Dan sesampainya di sana beliau mengucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, “Salamun alaikum bima shabartum fani’ma uqbad daar” –QS Ar-Ra’d: 24– Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Lanjutan riwayat: ثُمَّ أبُوْ بَكْرٍ كُلَّ حَوْلٍ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ. وَ كاَنَتْ فَاطِمَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا تَأتِيْهِ وَ تَدْعُوْ. وَ كاَنَ سَعْدُ ابْنِ أبِي وَقَّاصٍ يُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَقْبَلُ عَلَى أصْحَابِهِ، فَيَقُوْلُ ألاَ تُسَلِّمُوْنَ عَلَى قَوْمٍ يَرُدُّوْنَ عَلَيْكُمْ بِالسَّلَامِ Abu Bakar juga melakukan hal itu setiap tahun, kemudian Umar, lalu Utsman. Fatimah juga pernah berziarah ke bukit Uhud dan berdoa. Saad bin Abi Waqqash mengucapkan salam kepada para syuhada tersebut kemudian ia menghadap kepada para sahabatnya lalu berkata, ”Mengapa kalian tidak mengucapkan salam kepada orang-orang yang akan menjawab salam kalian?” Demikian dalam kitab Syarah Al-Ihya juz 10 pada fasal tentang ziarah kubur. Lalu dalam kitab Najhul Balaghah dan Kitab Manaqib As-Sayyidis Syuhada Hamzah RA oleh Sayyid Ja’far Al-Barzanji dijelaskan bahwa hadits itu menjadi sandaran hukum bagi orang-orang Madinah untuk yang melakukan Ziarah Rajabiyah (ziarah tahunan setiap bulan Rajab) ke maka Sayidina Hamzah yang duitradisikan oleh keluarga Syeikh Junaid al-Masra’i karena ini pernah bermimpi dengan Hamzah yang menyuruhnya melakukan ziarah tersebut. Para ulama memberikan arahan yang baik tentang tata cara dan etika peringatan haul. Dalam al-Fatawa al-Kubra Ibnu Hajar mewanti-wanti, jangan sampai menyebut-nyebut kebaikan orang yang sudah wafat disertai dengan tangisan. Ibnu Abd Salam menambahkan, di antara cara berbela sungkawa yang diharamkan adalah memukul-mukul dada atau wajah, karena itu berarti berontak terhadap qadha yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Saat mengadakan peringatan haul dianjurkan untuk membacakan manaqib (biografi yang baik) dari orang yang wafat, untuk diteladani kebaikannya dan untuk berbaik sangka kepadanya. Ibnu Abd Salam mengatakan, pembacaan manaqib tersebut adalah bagian dari perbuatan taat kepada Allah SWT karena bisa menimbulkan kebaikan. Karena itu banyak para sahabat dan ulama yang melakukannya di sepanjang masa tanpa mengingkarinya. Demikianlah. Dalam muktamar kedua Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah atau jam’iyyah tarekat-tarekat di lingkungan NU di Pekalongan Jawa Tengah pada 8 Jumadil Ula 1379 H bertepatan dengan 9 November 1959 M para kiai menganjurkan, sedikitnya ada tiga kebaikan yang bisa dilakukan pada arara peringatan haul: 1. Mengadakan ziarah kubur dan tahlil 2. Menyediakan makanan atau hidangan dengan niat sedekah dari almarhum. 3. Membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan memberikan nasihat agama, antara lain dengan menceritakan kisah hidup dan kebaikan almarhum agar bisa diteladani.
oleh : KH Aziz Mashuri Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, mantan Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) (Disarikan dari buku kumpulan hasil kesepakatan muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah Nahdlatul Ulama 1957-2005)
sumber : www.nu.or.id
Posted in IBADAH | Tagged: HAUL, KH Aziz Mashuri, Rabithah Ma'ahid Islmaiyah, Al-Qur'an, Peringatan Haul para Pendahulu, Nahdlatul Ulama | No Comments »
Posted by nwtangerang on June 24, 2008
Asalamu ‘alaikum wr wb
Alhamdulillah, puji dan syukur pada Allah SWT. yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya, mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur atas setiap kerunia yang diberikan-Nya.
Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. dan mudah-mudahan kita termasuk pengikutnya yang mendapatkan syafa-at di yaumil akhir kelak.
Alhamdulillah teriring rasa syukur pada Allah, akhirnya kami membuat WEb-Blog untuk Nahdlatul Wathan Tangerang, sebagai wadah komunikasi dan sialturahmi antar sesama pecinta Nahdlatul Wathan dan sebagai sarana menuju kesatuan dan persatuan antar sesama warga nahdlatul wathan , terlebih kepada seluruh kaum - muslimin dan muslimat di manapun berada.
Kami menyadari, bahwa perkembangan Nahdlatul Wathan di Indonesia semakin baik, dan mengalami berbagai kemajuan. Untuk menghadapi perkembangan dan kemajuan Nahdlatul Wathan ini, kami perlu informasikan kepada para pecinta Nahdlatul Wathan di manapun berada, Dan inilah perkembangan yang ada di wilayah kami, yaitu Kota Tangerang Provinsi Banten.
Mudah-mudahan dengan hadiranya kami dapat menambah ke-eratan silaturahmi diatara pecinta Nahdlatul Wathan dan juga dapat melanjutkan cita-cita perjuangan Al- Magfurllah Maulana Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid . “Wariskanlah NW mu kepada anak cucumu dimana saja kamu berada dan kembangkanlah Ia”
Akhirnya kami mohon kepada Pecinta Nahdlatul Wathan , marilah kita eratkan silaturahmi diantara kita. hanya Ridho Allah SWT yang menjadi tujuan akhir dari apa yang kita lakukan .
Wallahul Muaffiq Wal haadi ila sabilir rosyad
Wassalmu alikum Wr. Wb
Amrandazmind
Posted in Uncategorized | Tagged: ANJANI, Banten, HAMZANWADI, MUHAMMAD, Nahdaltul Wathan, NW, NW TANGERANG, NWDI, Syeik Muhammad Zainudin Abdul Madjid, Tangerang | 2 Comments »